
Banda Aceh, 18 Juni 2026 – Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperluas jejaring kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) antara Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISB) Universitas Islam Indonesia (UII) dan Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala yang meliputi Program Studi Doktor Ilmu Kebencanaan (DIB), Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan (MIK), dan Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK). Penandatanganan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026, di lingkungan Sekolah Pascasarjana USK, Banda Aceh.
Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si., dan Pelaksana Tugas Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Hizir. Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua institusi dalam mengembangkan berbagai program yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kolaborasi penelitian, serta mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi. Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperluas jaringan kemitraan dan mendorong lahirnya berbagai program inovatif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Dalam implementasinya, kegiatan kerja sama akan melibatkan unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya UII dan Sekolah Pascasarjana USK. Dari pihak USK, keterlibatan mencakup Program Doktor Ilmu Kebencanaan, Program Magister Ilmu Kebencanaan, serta Program Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK), sehingga kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat menghasilkan berbagai kegiatan akademik yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Kerja sama ini juga membuka peluang pelaksanaan berbagai aktivitas seperti kuliah umum, seminar bersama, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran narasumber, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dengan adanya sinergi ini, kedua institusi diharapkan mampu memperkuat perannya dalam menjawab tantangan global melalui pengembangan ilmu sosial, kebencanaan, serta studi perdamaian dan resolusi konflik.
Plt. Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof. Dr. Hizir, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan akademik nasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan pascasarjana di lingkungan USK. Menurutnya, kolaborasi dengan FISB UII menjadi momentum penting dalam mendorong terciptanya kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang lebih produktif dan berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya UII, Prof. Dr. Rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa sinergi antarperguruan tinggi menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan perubahan sosial yang semakin kompleks. Melalui kerja sama ini, FISB UII dan Sekolah Pascasarjana USK diharapkan dapat saling berbagi sumber daya, pengalaman, dan keunggulan masing-masing guna menghasilkan inovasi dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Penandatanganan MoA ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama antara Universitas Islam Indonesia dan Universitas Syiah Kuala dalam memperkuat budaya kolaborasi, meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Ke depan, kedua institusi akan terus mengembangkan berbagai program strategis sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.



































Comments are closed