Banda Aceh, 15 Agustus 2025 — Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK) bersama Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) dengan Badan Reintegrasi Aceh (BRA), dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penyediaan tenaga pengajar praktisi, serta dukungan hibah buku.

Penandatanganan MoA dan IA ini berlangsung di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), dan dihadiri oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Hizir, Koordinator Prodi Magister Damai dan Resolusi Konflik Dr. Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., serta Ketua BRA Jamaluddin, S.H., M.Kn, bersama jajaran pejabat terkait dari kedua lembaga.

Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong sinergi antara institusi akademik dan lembaga pemerintah dalam memperkuat kapasitas pendidikan di bidang perdamaian dan resolusi konflik, serta memberikan kontribusi nyata terhadap upaya rekonsiliasi dan reintegrasi pasca konflik di Aceh.

Poin-Poin Kerja Sama:

  1. Pendidikan Tenaga Pengajar Praktisi: BRA akan memberikan dukungan berupa pengiriman tenaga ahli dan praktisi untuk mengajar di lingkungan Prodi Magister Damai dan Resolusi Konflik USK. Hal ini diharapkan dapat memperkaya materi pembelajaran dengan pengalaman lapangan yang relevan dan kontekstual.
  2. Bantuan Hibah Buku: BRA juga akan memberikan bantuan hibah buku-buku referensi yang berkaitan dengan perdamaian, rekonsiliasi, serta pembangunan pasca konflik. Buku-buku ini akan menambah koleksi perpustakaan prodi dan memperkuat sumber daya literatur bagi mahasiswa dan dosen.
  3. Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat: Selain pengajaran, kedua pihak berkomitmen untuk mengembangkan program penelitian bersama dan kegiatan pengabdian masyarakat yang mendukung proses reintegrasi sosial dan pembangunan perdamaian berkelanjutan di Aceh.

Dalam sambutannya, Ketua BRA menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman komprehensif tentang dinamika konflik dan resolusi damai di Aceh. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah pilar penting dalam menjaga dan mengembangkan perdamaian yang telah dicapai,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana USK menyatakan bahwa kolaborasi dengan lembaga seperti BRA memperkuat posisi USK sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap pembangunan Aceh yang damai, adil, dan berkelanjutan.

Penandatanganan MoA dan IA ini menjadi tonggak awal bagi penguatan peran akademik dalam proses pembangunan pasca konflik dan menjadi contoh sinergi positif antara dunia pendidikan dan lembaga pemerintah.

Categories:

Tags:

Comments are closed