
Banda Aceh, 16 September 2025 — Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Jamaluddin, S.H., M.Kn, bersama jajaran deputi dan pejabat terkait melakukan kunjungan resmi ke Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) pada hari Selasa, 16 September 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara BRA dengan Sekolah Pascasarjana USK, serta Perjanjian Kerja Sama (Implementation Agreement/IA) dengan Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK).
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai langkah-langkah strategis untuk mengimplementasikan kerja sama dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu perdamaian, reintegrasi, serta resolusi konflik di Aceh.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh:
- Ketua BRA – Bapak Jamaluddin
- Deputi I – Bapak Fauzan Azima
- Deputi II – Bapak Yulian
- Deputi III – Tgk. Amni
- Direktur Deputi I – Ibu Hajina Putri
- Kasubbag Hukum Sekretariat BRA – Ibu Masfirah
- Kabid Hukum BRA – Bapak Ghazi
Dari pihak Sekolah Pascasarjana USK, hadir pimpinan sekolah pascasarjana, ketua Prodi Magister Damai dan Resolusi Konflik, serta beberapa dosen dan staf akademik terkait.
Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dengan lembaga pemerintah daerah dalam mendukung upaya rekonsiliasi dan pembangunan damai yang berkelanjutan di Aceh. Kedua belah pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti MoU dan IA melalui program-program nyata seperti: penyerahan buku yang berjudul Jalan Reintegrasi Gerilyawan GAM dan buku-buku referensi lainnya yang relevan dengan mata kuliah Prodi MDRK, rencana pendirian museum terkait sejarah dan situs-situs konflik Aceh, serta program afirmasi bagi eks kombat GAM/keluarga/korban konflik sebagai bentuk usaha menjaga perdamaian Aceh yang abadi, pelatihan, seminar, kolaborasi riset, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui kerja sama ini, diharapkan BRA dan USK dapat memainkan peran strategis dalam membangun perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas lokal dalam menangani berbagai tantangan pascakonflik di Aceh.












Dokementasi lainnya klik di sini

Comments are closed