Dosen MDRK Bahas Proses Perdamaian Aceh Pascatsunami dalam Forum Internasional LMI-SIR

Dosen Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Dr. Delsy Ronnie, menjadi narasumber dalam sesi “The Peace Process in the Aftermath of the Tsunami”, sementara Dr. Alfi Rahman bertindak sebagai moderator.

Sesi yang menjadi bagian dari 5th Annual Meeting of the LMI-SIR Project ini berlangsung di Joel’s Bungalow, Aceh Besar, Rabu, 28 Oktober 2026.

Diskusi membahas bagaimana tsunami 2004 berinteraksi dengan konflik berkepanjangan, respons kemanusiaan, rekonstruksi, dan proses menuju Perjanjian Damai Helsinki 2005. Berbagai pertanyaan kritis dari peserta internasional juga menyoroti peran masyarakat, organisasi kemanusiaan, kepemimpinan politik, perempuan, generasi muda, serta tantangan membangun perdamaian positif di Aceh.

Keterlibatan dosen MDRK dalam forum ini memperkuat kontribusi akademik program studi dalam mempertemukan kajian perdamaian, kebencanaan, dan pemulihan sosial.

Lebih dari itu, substansi yang dibahas dalam kegiatan ini selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utama pada penyelesaian konflik dan upaya membangun perdamaian positif di Aceh berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, organisasi kemanusiaan, dan peserta internasional di dalam forum ini juga mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Selain itu, kajian mengenai rekonstruksi wilayah pascatsunami sangat relevan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dalam menciptakan komunitas yang aman dan tangguh terhadap bencana. Diseminasi ilmu oleh institusi akademik turut mewujudkan SDG 4 (Pendidikan Bermutu), sementara penekanan pada pentingnya pelibatan perempuan dalam proses perdamaian mengukuhkan dukungan terhadap SDG 5 (Kesetaraan Gender).

Categories:

Tags:

Comments are closed