
Awwaluddin, mahasiswa Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, mengikuti Program Aceh Peace Generation 2047 yang dilaksanakan selama 10 hari, mulai 21 hingga 31 Juli 2026.
Program ini memberikan kesempatan kepada Awwaluddin untuk mempelajari secara langsung pengalaman Timor-Leste dalam membangun bangsanya setelah meraih kemerdekaan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembelajaran mengenai berbagai proses pembangunan bangsa, perdamaian, serta tantangan yang dihadapi Timor-Leste dalam membangun kehidupan masyarakat pascakonflik.
Program Aceh Peace Generation 2047 difasilitasi oleh Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) bekerja sama dengan GPPAC Southeast Asia dan The Asia Foundation. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman bagi generasi muda Aceh untuk melihat secara langsung praktik pembangunan perdamaian dan pembangunan bangsa di Timor-Leste.
Selama kegiatan, Awwaluddin dan peserta lainnya juga berkesempatan bertemu dengan sejumlah tokoh dan pihak yang memiliki peran penting dalam perjalanan Timor-Leste. Mereka berdialog dengan Mari Alkatiri sebagai salah satu tokoh pelaku sejarah Timor-Leste, akademisi seperti Prof. Antero, serta para pemimpin organisasi masyarakat sipil, di antaranya Direktur CNC, Direktur AJAR, Yayasan HAK, dan berbagai organisasi masyarakat sipil lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memperoleh perspektif langsung mengenai sejarah perjuangan, proses perdamaian, pembangunan pascakonflik, serta peran masyarakat sipil dalam membangun Timor-Leste setelah kemerdekaan.
Bagi Awwaluddin, pengalaman ini juga relevan dengan bidang keilmuan yang dipelajari di Prodi MDRK SPs USK. Pembelajaran langsung di Timor-Leste memberikan wawasan mengenai dinamika perdamaian dan resolusi konflik sekaligus membuka ruang untuk melihat berbagai pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan pengalaman Aceh. Sebagai mahasiswa MDRK, keterlibatan Awwaluddin dalam program ini turut memperkaya pengalaman akademik melalui pembelajaran di luar ruang kelas. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat pemahamannya mengenai perdamaian, resolusi konflik, pembangunan pascakonflik, serta peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan perdamaian.
Keikutsertaan dalam Aceh Peace Generation 2047 diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik Awwaluddin serta memperkuat kapasitasnya sebagai generasi muda yang memiliki perhatian terhadap perdamaian, resolusi konflik, dan pembangunan masyarakat pascakonflik.








Comments are closed