
Indian Ocean Series #1: Menghubungkan Sejarah, Warisan, dan Perdamaian di Kawasan Samudra Hindia
Banda Aceh, 2 September 2026 — Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK), Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, berpartisipasi dalam rangkaian Indian Ocean Series #1 yang diselenggarakan oleh Waqeefa dan International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) di BSI Landmark Aceh Green Building, Banda Aceh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peluncuran dan diskusi buku The Ocean Remembers: Indians and the Tides of Empire karya Nia Deliana dari Universitas Islam Internasional Indonesia. Diskusi menghadirkan Sumit Mandal (ARI, National University of Singapore) dan S. P. Gabriel (Sunway University) sebagai pembahas, serta dimoderatori oleh Mirza Ardi dari ICAIOS. Buku tersebut menjadi pintu masuk untuk mendiskusikan kembali mobilitas, sejarah masyarakat India, serta perubahan relasi kekuasaan dan jaringan antarkawasan di dunia Samudra Hindia.
Pada sesi berikutnya, panel bertajuk “The Indian Ocean and Global Power: Connection and Disconnection Throughout the Ages” menghadirkan Dr. Mehmet Özay (ISTAC–IIUM), Lilianne Fan (Southeast Asian Women Peace Mediators), dan Prof. Dr. Asyaari Muhamad (Universiti Kebangsaan Malaysia), dengan Prof. Dr. Cut Dewi, Koordinator Program Studi MDRK SPs USK, sebagai moderator.
Diskusi menempatkan Samudra Hindia bukan sekadar sebagai ruang geografis, melainkan sebagai ruang sejarah yang menghubungkan Aceh dengan dunia Melayu, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Timur, dan kawasan lainnya melalui perdagangan, agama, pengetahuan, migrasi, serta pertukaran budaya. Pada saat yang sama, panel mengkritisi bagaimana konektivitas tersebut juga dibentuk oleh kolonialisme, ketimpangan kekuasaan, konflik, migrasi paksa, krisis kemanusiaan, kewarganegaraan, dan perbatasan.
Melalui peluncuran buku dan panel lintas disiplin ini, Indian Ocean Series #1 memperkuat ruang dialog antara akademisi, peneliti, praktisi perdamaian, dan masyarakat dalam memahami posisi historis Aceh di kawasan Samudra Hindia sekaligus relevansinya terhadap persoalan perdamaian, mobilitas manusia, identitas, dan kerja sama regional saat ini.
SDGs terkait: SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions sebagai SDG utama, serta SDG 17 – Partnerships for the Goals melalui kolaborasi lintas institusi dan negara dalam pengembangan pengetahuan dan dialog regional.

Comments are closed