
Jakarta, 24 Agustus 2026 — Koordinator Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Cut Dewi, melaksanakan kunjungan penelitian kearsipan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, pada 24 s.d 28 Agustus 2026.
Penelitian ini berfokus pada penelusuran arsip sejarah mengenai meunasah sebagai salah satu bangunan dan institusi sosial penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Meunasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang musyawarah, penyelesaian masalah, penguatan hubungan sosial, serta rekonsiliasi di tingkat gampong.
Melalui penelusuran foto, laporan, dan dokumen kolonial, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai perkembangan fungsi dan arsitektur meunasah. Hasilnya juga diharapkan mendukung upaya dokumentasi dan pelestarian meunasah sebagai warisan arsitektur sekaligus ruang perdamaian masyarakat Aceh.
Kegiatan ini termasuk dalam SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), khususnya Target 11.4, yang berfokus pada perlindungan dan pelestarian warisan budaya. Kegiatan ini juga mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh) karena mengkaji fungsi meunasah sebagai ruang musyawarah, penyelesaian masalah, rekonsiliasi, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Comments are closed