
MDRK Gelar Rapat Koordinasi Pembahasan Perubahan dan Pengembangan Kurikulum
Banda Aceh, 14 September 2026 — Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik (MDRK) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, melaksanakan rapat koordinasi dengan agenda Pembahasan Perubahan dan Pengembangan Kurikulum Prodi MDRK, Senin (14/9/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai.
Rapat dipimpin oleh Koordinator Prodi MDRK, Prof. Dr. Cut Dewi, ST., MT., M.Sc., dan dihadiri oleh Alfi Rahman, S.I.Kom., M.Si., Ph.D. selaku dosen dan TPMA Prodi MDRK, serta Prof. Dr. Hizir, Prof. Dr. Azhari, S.H., M.C.L., M.A., Rizanna Rosemary, S.Sos., M.Si., MHC., Ph.D., dan Ir. Suraiya, S.T., MT., dan Staf Administrasi Prodi Cut Zaitun Umara, S.Pd., M.Pd.
Dalam rapat dibahas rencana penyesuaian struktur kurikulum MDRK dari 48 SKS menjadi 36 SKS sebagai bagian dari penyesuaian terhadap regulasi pendidikan tinggi yang berlaku. Prof. Dr. Hizir menyampaikan bahwa perubahan kurikulum dapat dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tetap memperhatikan kebutuhan serta karakteristik Program Studi.
Sementara itu, Alfi Rahman menyampaikan gagasan mengenai konversi mata kuliah pilihan dengan kegiatan perkuliahan bersama Kobe University, sebagai salah satu upaya memperkuat pengalaman akademik internasional mahasiswa MDRK.
Koordinator Prodi MDRK, Prof. Dr. Cut Dewi, menjelaskan bahwa penyesuaian kurikulum mencakup perubahan bobot mata kuliah Metodologi Penelitian dari 3 SKS menjadi 2 SKS serta penataan kembali mata kuliah pada setiap semester. Mata kuliah Seminar Hasil, Seminar Internasional, dan Publikasi Ilmiah direncanakan dihapus, sementara Semester III akan lebih difokuskan pada Tesis dan Mata Kuliah Pilihan.
Perubahan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, khususnya ketentuan mengenai beban belajar program magister.
Dalam rapat juga ditekankan agar dosen menyesuaikan materi perkuliahan, tugas, metode pembelajaran, dan asesmen dengan bobot mata kuliah sebesar 2 SKS, sehingga proses pembelajaran tetap efektif dan sesuai dengan capaian pembelajaran.
Rapat ini menjadi bagian penting dari komitmen Prodi MDRK dalam menghadirkan kurikulum yang adaptif, relevan, efisien, dan berorientasi pada mutu serta kebutuhan lulusan.

Comments are closed