KOORDINATOR PROGRAM STUDI MAGISTER DAMAI DAN RESOLUSI KONFLIK PERIODE 2026-2031

Prof. Dr. Cut Dewi, S.T., M.T., M.Sc.

Prof. Dr. Cut Dewi, S.T., M.T., M.Sc. merupakan akademisi Universitas Syiah Kuala yang memiliki keahlian dalam bidang warisan arsitektur dan perkotaan, konservasi arsitektur, serta perencanaan perkotaan.

Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana pada Departemen Arsitektur, Universitas Syiah Kuala. Pendidikan magister ditempuh di University of Groningen, Belanda, dalam bidang Environmental and Infrastructure Planning, serta di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pada tahun 2015, beliau meraih gelar doktor (Ph.D.) dari Australian National University (ANU) dengan disertasi berjudul “Iconic Architectural Heritage in Banda Aceh: Remembering and Conservation in Post-Disaster Contexts.”

Beliau merupakan anggota Association for Critical Heritage Studies (ACHS) dan telah mengajar bidang arsitektur di Universitas Syiah Kuala sejak tahun 2002 hingga saat ini. Bidang minat dan kepakaran beliau mencakup konservasi arsitektur, warisan budaya, warisan perkotaan, serta perencanaan dan pengembangan kota, khususnya dalam konteks pascabencana.

KOORDINATOR PROGRAM STUDI MAGISTER DAMAI DAN RESOLUSI KONFLIK PERIODE 2025-2026

Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A.

Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A. adalah dosen dan peneliti pada Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala. Bidang kepakarannya meliputi Sosiologi Gender, konflik sosial, pemberdayaan perempuan, serta pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dalam bidang akademik dan penelitian, Dr. Masrizal aktif menghasilkan berbagai publikasi ilmiah, buku ber-ISBN, prosiding, serta artikel pada jurnal ber-ISSN. Karya-karyanya banyak mengangkat isu gender, perempuan, konflik sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kebijakan pembangunan yang berperspektif gender, khususnya dalam konteks Aceh.

Beberapa publikasi yang telah dihasilkan antara lain The Bargaining Position of Women in Village Fund Management in Balee Inong, Balee Inong Community-Based Social Movement through Musrena and Musrenbang Domains, serta Opportunities and Challenges of Women Legislative Candidates in Elections in Banda Aceh. Ia juga menghasilkan karya mengenai Musrena dan Musrenbang berbasis perspektif gender yang telah dipublikasikan dalam prosiding nasional maupun internasional.

Pada tahun 2019, ia turut menerbitkan buku Mapping Conflict Aceh from the Perspective of Multidisciplinary sebagai editor dan buku Space and the New Society: A Multidisciplinary Study of the Acehnese sebagai penulis. Saat ini, ia juga terus mengembangkan penelitian dan publikasi ilmiah, termasuk artikel yang sedang dalam proses revisi untuk jurnal terindeks Scopus.

Dengan pengalaman dalam penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat, Dr. Masrizal berkontribusi dalam pengembangan kajian sosiologi gender, perdamaian, konflik, dan pemberdayaan masyarakat.